PECEL CANGGU - "Negara kita memiliki 34 provinsi, 516 kabupaten dan kota, potensi
domestiknya sangat besar sekali untuk menggalang waralaba Indonesia," kata
Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Itu dia
sampaikan saat membuka Pameran Waralaba dan UKM (Indonesia Franchise & SME
Expo atau IFSE) di Balai Sidang Jakarta, Jumat (25/11/2016).
Wuih, pingin
banget punya usaha yang bisa di-wara
laba-kan, seperti yang disampaikan Kangmas Presiden Jokowi. Apalagi kalau jejaringnya sampai di 516 kabupaten/kota. (mimpi kali, hehehe...)
laba-kan, seperti yang disampaikan Kangmas Presiden Jokowi. Apalagi kalau jejaringnya sampai di 516 kabupaten/kota. (mimpi kali, hehehe...)
Lha gimana nggak mimpi, wong cuma punya warung nasi pecel. Warungnya pun menempati lahan milik salah satu BUMN.
Mau di-waralaba-kan, yang namanya warung nasi pecel itu hampir di semua kota, khususnya di Pulau Jawa, ada.
Baik itu pecel Ponorogo, pecel Kediri, pecel Blitar, pecel Madiun, dan pecel-pecel dari daerah lainnya. Termasuk pecel Mojokerto tentunya.
Tanpa di-waralaba-kan, buuanyak yang membuka sendiri warung nasi pecel. Malah, makin banyak saudara-saudara kita yang menjual nasi pecel menggunakan mobil pribadinya (food truck).
Karena itu, saya tetap menghaturkan terima kasih kepada Kangmas Presiden Jokowi, karena sudah menyampaikan data besarnya potensi usaha bagi kita-kita, para bakoel kecil.
Inspirasi yang saya serap, mencoba meng-online-kan penjualan sambel pecel yang setiap hari jadi menu utama sehari-hari di warung kami.
Barangkali bisa melayani saudara-saudara kita dari Jawa yang bekerja di Papua misalnya, atau di daerah lain di luar Pulau Jawa, yang mungkin sedang kangen dengan sambel pecel.
Atau mungkin bagi saudara kita sebangsa dan setanah air, yang penasaran dengan sambel pecel. Silakan dicoba. (pribakoel)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar